Home » Berita » PT Telekomunikasi Indonesia Kian Berjaya

PT Telekomunikasi Indonesia Kian Berjaya

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tampak terus memperlebar sayap melalui anak usaha. Salah satu anak usaha TLKM yang cukup gencar berekspansi adalah PT Metranet. Dalam menjalankan usahanya, Metranet memiliki beberapa pilar usaha, di antaranya unit bisnis digital content, yang meliputi game, musik dan video. Metranet saat ini melebarkan sayap dengan menggandeng PT Oona Media Indonesia (OMI), yang merupakan anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX). Kerjasama antara Metranet dan OMI ini menghasilkan Oona TV, yang merupakan aplikasi televisi (TV) mobile. Chief Executive Officer (CEO) Metranet Widi Nugroho mengungkapkan, dalam kerjasama ini OMI bertindak sebagai pengembang platform TV mobile.

Sedangkan Metranet mengurusi jaringan, distribusi kanal, hingga pengembangan pasar. Tahun ini, Metranet optimistis mampu mencatat pendapatan Rp 1 triliun, dengan proyeksi laba bersih 5% dari revenue. Tahun lalu, Metranet mencatatkan pendapatan sekitar Rp 600 miliar. “Selama enam bulan pertama 2018, kami sudah meraih pendapatan kisaran Rp 500-Rp 600 miliar,” papar Widi, Jumat (21/9).

Layak dikoleksi

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, layanan tersebut bisa menguntungkan TLKM dan NFCX. Namun, semua tergantung dari apakah aplikasi TV mobile ini mampu menembus pasar. “Mobile TV kan termasuk baru, jadi perlu diterima oleh masyarakat dulu,” jelas dia. Salah satu strategi agar Oona TV mampu bersaing dengan layanan sejenis, seperti YouTube, menurut William adalah dengan menyediakan konten-konten berkualitas. “Oona TV juga perlu bekerja sama dengan vlogger-vlogger seperti yang YouTube jalankan selama ini,” papar dia

Dalam jangka panjang, langkah anak usaha TLKM ini dipandang William mampu menguntungkan sang induk. Apalagi jika anak usaha semakin berkembang. Dus, investasi TLKM kepada Metranet cukup menjanjikan. TLKM pun cukup yakin dengan kemampuan sang anak. Terlihat dari didukungnya rencana kerja Metranet, berikut dengan pendanaannya. Tak hanya soal Oona TV saja, Metranet juga didukung sang induk dengan berbagai proyek. Saat ini Metranet berencana melakukan investasi penyertaan saham di dua perusahaan yang bergerak di bidang game dan e-commerce. Targetnya, investasi ini bisa rampung sebelum akhir 2018.

Metranet juga melebarkan sayap hingga ke sektor ?nancial technology (?ntech), dengan membeli saham Cellum Global Zrt, perusahaan asal Hungaria. Pembelian saham Cellum Global ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan unit bisnis Metranet, yakni Melon Indonesia (Melon). Tahun ini Metranet menargetkan dapat merealisasikan penyertaan saham di tiga korporasi. “Nah, rencana yang pertama sudah rampung Agustus lalu, yaitu perseroan mengambil 30,4% saham Cellum Global,” ujar Widi.

Dana yang digelontorkan untuk mengambil alih saham Cellum Global oleh Metranet mencapai US$ 6 juta, dalam dua tahap penyertaan saham. Widi menyatakan, sumber dana Metranet untuk pembelian saham dan akuisisi seluruhnya berasal dari induk usaha, TLKM. Jadi Metranet membuat rencana, diajukan kepada induk dan Telkom yang membantu pendanaan perseroan untuk penyertaan saham tersebut. Metranet ke depan juga akan semakin meningkatkan lini bisnis advertising, fintech dan smart platform. Menilik berbagai aksi TLKM lewat anak usahanya ini, William tetap melabeli saham TLKM sebagai saham yang layak dikoleksi untuk jangka panjang, dengan target harga Rp 5.500 per saham.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *